Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Juli 2016

Abstrak Pengembangan Multimedia Pembelajaran

Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif Berbasis Flash Model Simulasi pada Materi Pengenalan Konsep Bilangan Bulat Abstrak Bilangan bulat sudah tidak asing lagi bagi para siswa, karena sudah lama mereka kenal dan mereka gunakan, bahkan sebelum masuk sekolah sekalipun. Pengenalan konsep bilangan bulat di sekolah dasar secara utuh mulai di ajarkan di kelas IV. Kesulitan utama yang dialami para guru yaitu bagaimana pertama kali mengenalkan bilangan bulat negatif dan bilangan bulat nol. Mereka mengalami kesulitan merepresentasikan bilangan bulat negatif dan bilangan bulat nol dengan pendekatan konkret. Pendekatan umum yang digunakan para guru saat ini seperti menggunakan garis bilangan, menggunakan maju mundur, dan menggunakan konsep hutang belum bisa membuat anak paham akan makna nol dan bilangan bulat negatif yang sesungguhnya. Penggunaan aktivitas di sekitar permukaan laut yang melibatkan alat transportasi seperti pesawat, perahu, dan kapal selam sangat membantu anak memahami letak bilangan bulat pada posisi sebenarnya. Aktivitas tersebut dikemas melalui peniruan situasi yang menyerupai aslinya dalam model simulasi. Pada prosesnya digunakan metode Educational Design Research (EDR), dengan model McKenney, sehingga menghasilkan produk multimedia pembelajaran interaktif berbasis flash (CD interaktif). Pada tahapannya langkah-langkah yang ditempuh dalam penelitian ini dirangkum ke dalam delapan bagian, yaitu terdiri dari; (1) studi pendahuluan dan analisis kebutuhan, (2) menetapkan kompetensi dan indikator pembelajaran, (3) merumuskan tujuan pembelajaran, (4) membuat garis besar pengembangan media (GBPM), (5) membuat storyboard dan flowchart, (6) pembuatan Produk, (7) validasi Produk, dan (8). uji coba produk. Multimedia pembelajaran interaktif pengenalan konsep bilangan bulat dinilai layak digunakan oleh para ahli, dan mendapat tanggapan yang baik saat digunakan. Multimedia diyakini memiliki kontribusi yang sangat baik. Dengan bantuan multimedia tersebut, harapannya pembelajaran pengenalan konsep bilangan bulat bisa berjalan dengan aktif, bermakna, dan menarik. Kata Kunci: Multimedia, Simulasi, Bilangan bulat.
Read more

Rabu, 29 Juni 2016

Garis Besar Program Multimedia (GBPM) Pengenalan Konsep Bilangan Bulat

Program             : Multimedia Pembelajaran Interaktif
Model                : Simulasi
Mata Pelajaran   : Matematika
Pokok Bahasan  : Pengenalan Konsep Bilangan Bulat
Sasaran              : Siswa SD kelas IV semester 2
Media                : Komputer
Durasi                : 3 x 30 menit
 

  A.  Pendahuluan
Perkembangan teknologi komputer membawa banyak perubahan pada sebuah program aplikasi yang didesain sebagai upaya menjadikan teknologi ini mampu memanipulasi keadaan sesungguhnya. Penekanan desainnya terletak pada upaya yang berkesinambungan untuk memaksimalkan aktivitas belajar mengajar sebagai interaksi kognitif antar siswa, materi subjek, dan instruktur.
Kegiatan belajar berbasis komputer atau lebih dikenal sebagai computer based interaction (CBI) merupakan istilah umum untuk segala kegiatan belajar yang menggunakan komputer, baik sebagian maupun keseluruhan. CBI merupakan suatu pembelajaran terprogram yang menggunakan komputer sebagai sarana atau alat bantu dalam mengkomunikasikan materi kepada siswa. Dalam hal ini materi pengajaran disusun secara sistematis dan dirancang dengan menggunakan bahasa pemrograman (software) Adobe Captivate. Pemrograman materi pembelajaran tersebut meliputi penyampaian informasi, simulasi, pemberian soal, tugas-tugas, dan latihan.
  B.  Standar Kompetensi
5. Menjumlahkan dan mengurangkan bilangan bulat
  C.  Kompetensi Dasar
5.1 Mengurutkan   bilangan bulat
  D.  Indikator
5.1.1   Mengenal bilangan bulat
5.1.2   Membaca dan menuliskan lambang bilangan bulat
5.1.3   Menentukan himpunan bilangan bulat
5.1.4   Menentukan letak bilangan bulat pada garis bilangan
5.1.5   Mengenal lawan suatu bilangan
5.1.6   Mengurutkan sekelompok bilangan bulat dari terkecil atau terbesar
5.1.7   Menerapkan konsep bilangan bulat dalam kehidupan sehari-hari
  E.   Tujuan
1.    Melalui simulasi siswa dapat mengenal bilangan bulat dengan benar
2.    Melalui simulasi siswa dapat membaca dan menuliskan lambang bilangan bulat dengan benar
3.    Melalui simulasi siswa dapat menentukan himpunan bilangan bulat dengan benar
4.    Melalui simulasi siswa dapat menentukan letak bilangan bulat pada garis bilangan dengan benar
5.    Melalui simulasi siswa dapat menentukan lawan suatu bilangan dengan benar
6.    Melalui simulasi siswa dapat mengurutkan sekelompok bilangan bulat dari yang terkecil dengan benar
7.    Melalui simulasi siswa dapat mengurutkan sekelompok bilangan bulat dari yang terbesar dengan benar
8.    Melalui simulasi siswa dapat menerapkan konsep bilangan bulat dalam kehidupan sehari-hari dengan benar
  F.   Materi Pembelajaran
Pembelajaran terdiri dari beberapa unit, yang dikemas dalam bentuk model pembelajaran berbasis komputer. Adapun materinya meliputi:
1.    Mengenal bilangan bulat dan menentukan himpunannya
Bilangan-bilangan 0, 1, 2, 3, 4, 5, … disebut bilangan cacah, sedangkan 1, 2, 3, 4, 5, … disebut bilangan asli. Jadi, bilangan cacah adalah gabungan dari bilangan nol dan bilangan asli. Bilangan nol, bilangan asli, dan lawan bilangan asli disebut bilangan bulat.
Bilangan bulat terdiri atas tiga jenis, yaitu:
a.    Bilangan bulat positif (bilangan asli), anggota himpunannya adalah                { 1, 2, 3, 4, 5… }
b.    Bilangan bulat nol, anggota himpunannya { 0 }
c.    Bilangan bulat negatif (lawan bilangan asli), anggota himpunannya adalah     { … -5, -4, -3, -2, -1 }
    
2.    Membaca dan menuliskan lambang bilangan bulat
Contoh:
a.       2 dibaca positif dua atau cukup dibaca dua
b.       12 dibaca positif dua belas atau cukup dibaca dua belas
c.        1000 dibaca positif seribu atau cukup dibaca seribu
d.       bilangan bulat nol ditulis 0 (dibaca nol)
e.        –5 dibaca negatif lima
f.        –12 dibaca negatif dua belas
g.       –100 dibaca negatif seratus

3.    Menentukan letak bilangan bulat pada garis bilangan
Seperti pada bilangan cacah, bilangan bulat dapat digambar pada garis bilangan. Perhatikan garis bilangan bulat berikut.
Pada garis bilangan bulat berlaku:
  1. sebelah kanan nol (0) adalah bilangan bulat positif
  2. sebelah kiri nol (0) adalah bilangan bulat negatif.

4.    Mengenal lawan suatu bilangan
Bilangan-bilangan yang ditunjukkan anak panah dibawah saling berlawanan. Mengapa disebut berlawanan? Apa hubungan bilangan-bilangan tersebut dengan 0? Bilangan tersebut dikatakan berlawanan, karena jika dijumlahkan hasilnya 0.




5.    Membandingkan bilangan bulat
Mari kita perhatikan garis bilangan berikut ini.
Semakin ke kiri nilai bilangan semakin kecil. Sebaliknya, semakin ke kanan nilai bilangan semakin besar. Sekarang, mari kita lengkapi perbandingan bilangan bulat di bawah ini dengan memberi tanda lebih besar (>) atau lebih kecil (<).
Dari garis bilangan di atas tampak bahwa:
–5 kurang dari 0
–4 kurang dari –2
0 lebih dari –1
4 lebih dari –5

6.    Mengurutkan sekelompok bilangan bulat dari terkecil atau terbesar
Perhatikan kembali garis bilangan bulat berikut.

Dari garis bilangan di atas kita memperoleh urutan bilangan bulat.
a.       Urutan bilangan bulat dimulai dari yang terkecil.
– 5, – 4, –3, –2, –1, 0, 1, 2, 3, 4, 5
b.      Urutan bilangan bulat dimulai dari bilangan terbesar.
5, 4, 3, 2, 1, 0, –1, –2, –3, –4, –5

7.    Menerapkan konsep bilangan bulat dalam kehidupan sehari-hari
Mengapa harus ada bilangan negatif? Pernahkah kamu mendengar kalimat-kalimat seperti di bawah ini?
  1. Suhu di daerah kutub dapat mencapai lima belas derajat dibawah nol
  2. Daerah itu rawan banjir karena ketinggiannya lima sentimeter dibawah permukaan air laut.
Bagaimana menuliskan bilangan lima belas derajat dibawah nol? Bagaimana pula menuliskan bilangan lima sentimeter di bawah permukaan air laut?
Bilangan-bilangan tersebut dapat kita tuliskan dengan menggunakan bilangan bulat negatif. Lima belas di bawah nol dapat dituliskan –15. Lima di bawah permukaan dapat dituliskan –5. Jadi, dua kalimat di atas dapat dituliskan sebagai berikut
  1. Suhu di daerah kutub dapat mencapai –15 derajat
  2. Daerah itu rawan banjir karena ketinggiannya –5 cm.

  G.  Treatment
Program diawali dengan munculnya kalimat “Basmallah”, untuk kemudian masuk pada proses loading, seiring dengan berakhirnya proses loading tampilan berikutnya menempilkan animasi “Multimedia Pembelajaran Interaktif Pengenalan Konsep Bilangan Bulat”, seiring dengan berakhirnya animasi tersebut muncul dua pilihan menu yaitu “Start” dan “Direction”. Pada menu “Direction” disajikan informasi mengenai petunjuk penggunaan. Sedangkan pada menu “Start” merupakan langkah awal untuk memasuki program pembelajaran berbasis komputer.
Seiring di kliknya tombol “strart” maka tampilan berikutnya menghadirkan animasi “Selamat Datang” dan pilihan tombol “Menu” yang terdiri dari “About Program” untuk mengetahui seputar informasi program multimedia pembelaran interaktif pengenalan konsep bilangan bulat, “materi” untuk memasuki materi pelajaran dan merupakan langkah menuju pembelajaran matematika, “Close” untuk menutup aplikasi pilihan menu.
Seiring dengan di kliknya tombol “Mulai Belajar” maka tampilan berikutnya menghadirkan animasi seputar materi yang sedang dibahas dalam bentuk simulasi, penyajian materi dikembangkan sesuai dengan pola dasar model simulasi yaitu pengenalan, penyajian informasi (simulasi 1, 2, 3 dan seterusnya), pertanyaan dan respon jawaban, penilaian respon, pemberian feedback tentang respon yaitu bila jawaban benar secara otomatis berlanjut pada materi selanjutnya, namun bila salah maka harus mengulang pada materi sebelumnya.
Pada tampilan materi terakhir terdapat tombol “Latihan Soal”, dalam latihan soal ini penyajiannya di kembangkan sesuai dengan pola dasar dari model simulasi yaitu penyajian masalah-masalah dalam bentuk latihan soal pada tingkat tertentu dari penampilan siswa. Siswa mengerjakan soal-soal latihan, program merekam penampilan siswa, mengevaluasi kemudian memberikan umpan balik. Bila skor siswa sama dengan atau lebih besar dari 80% maka dinyatakan lulus dan itu berarti siswa telah berhasil memahami materi yang sisajikan, namun bila skor siswa kurang dari 80% maka siswa dinyatakan gagal dan itu berarti siswa diharuskan mengulang proses pembelajaran dari awal. Terakhir tampilan penutup.

Read more